Banten

NGERI! Gerak-Gerik Dua Pria Bawa Jeriken Diduga Bakar Lahan di OKI Sumsel Tertangkap Kamera Drone, Viral: Warganet Desak Polisi Bertindak Tegas

Abdurahman | 25 Oktober 2026, 22:20 WIB
NGERI! Gerak-Gerik Dua Pria Bawa Jeriken Diduga Bakar Lahan di OKI Sumsel Tertangkap Kamera Drone, Viral: Warganet Desak Polisi Bertindak Tegas
Gerak-Gerik Dua Pria Bawa Jeriken Diduga Bakar Lahan di OKI Sumsel Tertangkap Kamera Drone Patroli (Threads/iwan_gur)

AKURAT BANTEN— Ulah nekat dua orang pria yang diduga hendak melakukan pembakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mendadak menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.

Tanpa disadari, gerak-gerik mencurigakan mereka terekam jelas dari udara oleh pesawat tanpa awak (drone) patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Video berdurasi singkat tersebut sukses menyita perhatian luas setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @palembang.daily pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Hingga kini, rekaman tersebut telah disaksikan lebih dari 78 ribu kali dan memicu gelombang kemarahan warganet.

Baca Juga: Bukan Sekadar Banyak Gol! Begini Cara Pemenang Ballon d’Or 2026 Ditentukan, Ada Sistem Poin hingga Aturan Jika Seri

Drone Patroli Bongkar Gelagat Mencurigakan Pelaku

Dalam rekaman udara yang beredar, terlihat dua orang pria berboncengan mengendarai sepeda motor berhenti di tengah area lahan kosong.

Keduanya tampak membawa sejumlah jeriken yang diduga kuat berisi bahan bakar cair untuk memantik api.

Menariknya, kedua pelaku sempat berhenti cukup lama di lokasi karena diduga menyadari kehadiran drone pemantau yang melayang di atas mereka.

Suara perekam video dalam rekaman tersebut terdengar jelas menyoroti kepanikan para pelaku:

Ini lagi ngerekam, keliatan mukanya, keliatan. Itu jadi takut dia, ujar suara dalam video.

Berdasarkan keterangan unggahan, peristiwa menegangkan ini terjadi di Desa Belanti, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI, Sumsel, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Baca Juga: Usia 41 Tahun Belum Habis! Ronaldo Kembali Cetak Gol, Rekor 1.000 Gol Makin Dekat

Warganet Meradang, Ramai-Ramai Tag Polisi hingga Gubernur

Unggahan video viral ini langsung diserbu ribuan komentar netizen yang geram dengan aksi perusakan lingkungan di tengah ancaman karhutla.

Kolom komentar dipenuhi desakan keras agar aparat penegak hukum segera memburu dan menjerat para pelaku tanpa pandang bulu.

  • “Sekarang harus berani dipenjarakan, sampai ke yang nyuruh harusnya,” tulis akun @pra*******a.

  • “Apa pak tindakannya untuk dua orang ini?” tulis akun @mei*********a sambil menandai akun resmi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

  • “Langsung proses aja ini, udah terlihat jelas,” desak akun @aku*******4, yang juga menandai sejumlah akun instansi kepolisian mulai dari Divisi Humas Polri, Kapolri, hingga Polda Sumatera Selatan.

Meski rekaman wajah para pelaku telah beredar luas dan menjadi bukti permulaan yang kuat, hingga berita ini ditayangkan, aparat penegak hukum setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan penanganan video viral tersebut.

Baca Juga: Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga

Polda Sumsel Tindak Puluhan Kasus Karhutla

Kasus dugaan pembakaran lahan di OKI ini menambah daftar panjang PR penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan di Sumatera Selatan.

Di sisi lain, Polda Sumsel beserta jajaran Satreskrim terus menggeber penindakan tegas sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data resmi Polda Sumsel per Oktober 2026, tercatat sebanyak 62 laporan polisi terkait tindak pidana karhutla telah ditangani:

  • Kluster Perorangan: 42 laporan polisi dengan menetapkan 52 orang tersangka, serta luas lahan terdampak mencapai 133,81 hektare.

  • Kluster Korporasi: 20 laporan polisi dengan menetapkan 1 tersangka korporasi, serta melakukan penyegelan lahan konsesi HGU/IUP seluas estimasi 811,49 hektare.

Baca Juga: PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini

BNPB: Ribuan Hektare Lahan Masih Ditangani di Sumatera

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa upaya pemulihan dan penanganan lahan terdampak karhutla di wilayah Sumatera masih terus berjalan intensif.

Per 21 Oktober 2026, total lahan seluas 7.219 hektare tercatat masih dalam penanganan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Konunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya pada 22 Oktober 2026 merinci sebaran wilayah terdampak.

Penanganan lahan terdampak di Sumatera Selatan seluas 5.194 ha dan sisanya di Jambi. Riau tidak terdeteksi adanya lahan terbakar, jelas Berton.

Tertangkapnya gerak-gerik terduga pembakar lahan oleh drone di OKI ini menjadi bukti krusial pentingnya pemanfaatan teknologi pengawasan modern. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman